PM-AAS, Teknologi Pertanian Modern, Dorong Produktivitas dan Efisiensi Budidaya Padi
Sragen, 30-31 Juli 2026 – Upaya mewujudkan pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan terus didorong melalui penerapan teknologi pertanian modern. Salah satunya melalui Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), sistem budidaya padi yang mengintegrasikan efisiensi sumber daya, mekanisasi, dan pengelolaan pertanaman secara intensif dan presisi.
Pengenalan dan penerapan teknologi PM-AAS menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan dan Sosialisasi PM-AAS yang dilaksanakan pada 30 Juli 2026 di Sragen, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti oleh para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Sragen dan menghadirkan sejumlah narasumber dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS), Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Sragen. Sementara itu, materi mengenai teknologi PM-AAS disampaikan oleh Tri Cahyo Mardiyanto dari BRMP Jawa Tengah. Sosialisasi ini menjadi ruang untuk memperkenalkan konsep, prinsip, serta penerapan PM-AAS kepada para pendamping di lapangan agar dapat diterapkan sesuai kondisi dan karakteristik lahan.
PM-AAS menekankan penerapan sistem tanam benih langsung (tabela) dengan pola tanam rapat dan teratur dalam barisan, yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan mengoptimalkan produksi. Penerapannya juga didukung dengan mekanisasi pertanian, seperti drum seeder, direct seeder, maupun drone penebar benih sesuai kondisi dan luasan lahan. Selain aspek tanam dan mekanisasi, PM-AAS juga mendorong pengelolaan sumber daya secara lebih efisien, termasuk pengelolaan air melalui sistem Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang. Pendekatan ini memungkinkan penggunaan air yang lebih efisien dengan tetap mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada 31 Juli 2026 melalui pendampingan langsung kepada petani di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, bersama Kelompok Tani Sukatani yang telah menerapkan teknologi PM-AAS pada lahan pertaniannya. Pendampingan di lapangan menjadi bagian penting untuk melihat penerapan teknologi secara langsung sekaligus memberikan penguatan kepada petani dalam pelaksanaan budidaya sesuai prinsip PM-AAS. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman petani terhadap teknologi yang diterapkan serta mendukung peningkatan efisiensi usaha tani.
Melalui sinergi antara penyuluh, pemerintah daerah, pendamping, dan petani, penerapan PM-AAS diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendorong transformasi pertanian yang lebih modern, efisien, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya pencapaian swasembada pangan berkelanjutan.