Antisipasi Kekeringan di Jawa Tengah: Sinergi Kementerian Pertanian dan Daerah Petakan Lahan Rawan
Semarang, 1 April 2026 – Menghadapi ancaman musim kemarau, langkah preventif mulai diambil oleh berbagai instansi lintas kementerian. Kepala Balai Perakitan dan Pengujian (BRMP) Lingkungan Pertanian menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Potensi Kekeringan di wilayah Jawa Tengah.
Acara yang berlangsung di Aula BBWS Pemali Juwana ini menjadi wadah krusial untuk menyelaraskan strategi antara sektor pengairan dan sektor pertanian. Dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP), pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pejabat negara, termasuk Staf Khusus Menteri Pertanian serta para Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan wilayah Jawa Tengah.
Kolaborasi Lintas Sektoral
Tidak hanya dari sisi pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) juga menunjukkan dukungan penuh dengan menghadirkan para Direktur, Kepala BBWS, beserta jajarannya. Turut hadir pula Kepala Dinas Pertanian tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah untuk memastikan kebijakan di tingkat pusat dapat terimplementasi dengan baik di lapangan.
Dua Langkah Strategis: Pemetaan dan Inventarisasi
Dalam pembahasan rakor tersebut, terdapat dua poin krusial yang disepakati sebagai prioritas utama dalam menjaga stabilitas pangan di Jawa Tengah:
1. Pemetaan (Mapping) Lokasi: Melakukan identifikasi mendalam terhadap lahan pertanian yang masuk dalam kategori rawan kekeringan secara mendetail.
2. Inventarisasi Jaringan Irigasi: Mendata kondisi infrastruktur pengairan guna memastikan optimalisasi distribusi air saat debit sumber air mulai menurun.
Menjaga Target Luas Tambah Tanam (LTT)
Upaya optimalisasi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pemerintah menargetkan agar kendala iklim tidak menghambat capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Padi di Jawa Tengah. Dengan adanya sistem irigasi yang terkelola dengan baik melalui inventarisasi yang akurat, diharapkan produktivitas lahan tetap terjaga meski tantangan kekeringan melanda. Melalui koordinasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak selaras dalam mengamankan lumbung pangan nasional, khususnya di wilayah Jawa Tengah.