BRMP Lingkungan Dorong Optimalisasi LTT dan Infrastruktur Pertanian di Blora
Blora, 18 Juni 2026 – Kepala BRMP Lingkungan Pertanian melaksanakan pendampingan Program Swasembada Pangan di Kabupaten Blora dengan fokus pada tiga kecamatan yang memiliki luas tambah tanam (LTT) tertinggi pada bulan Juni, yaitu Cepu, Kedungtuban, dan Kradenan. Ketiga wilayah tersebut merupakan sentra produksi padi dengan indeks pertanaman (IP) 300 yang didukung oleh ketersediaan sumber air tanah di kawasan Bengawan Solo. Hasil monitoring menunjukkan bahwa pola tanam petani belum serempak, sehingga dalam satu hamparan dijumpai tanaman pada fase tanam hingga generatif. Kondisi ini mengindikasikan bahwa puncak musim tanam diperkirakan masih berlangsung hingga Juli 2026.
Selain memantau perkembangan LTT, BRMP Lingkungan Pertanian juga mengidentifikasi berbagai kendala dan kebutuhan petani di lapangan. Sejumlah unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) diketahui sudah tidak berfungsi optimal sehingga memerlukan rehabilitasi atau penambahan bantuan irigasi perpompaan untuk menjaga keberlanjutan IP 300. Petani juga menghadapi serangan OPT tikus serta mengusulkan tambahan dukungan alat dan mesin pertanian, seperti combine harvester, pompa air, rice transplanter, crawler tractor, dan bantuan benih guna mempercepat realisasi target swasembada pangan berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, Kepala BRMP Lingkungan Pertanian turut meninjau kegiatan penyortiran dan grading okra (Abelmoschus esculentus Moench.) yang diekspor ke Jepang dalam bentuk frozen sebagai bagian dari penguatan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk pertanian.